

Boleh nggak kita berdoa buat orang
yang sudah mati biar ‘diterima di sisiNya’? Jawabannya:
udah telat! Gak usah
mikirin yang udah mati, pikirin yang masih hidup agar kalo mati bisa ‘diterima
di sisiNya’ en gak mati sia-sia, kabarkan KerajaanNya! Yesus pernah bilang
"Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan
beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana." (Lukas 9:60).
“Tapi aku disuruh sama bokap nyokap buat doa di depan mendiang kakek biar dia
masuk surga. Saya sih nurut aja, kan
kita harus menghormati ortu kita.”. Ini jawaban Petrus dan para rasul: “
Tetapi
Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat
kepada Allah dari pada kepada manusia.” (Kisah 5:29).
Tanyakan pada diri sendiri, apa kata Tuhan tentang hal tersebut? Apakah Tuhan
memperbolehkan kita berdoa buat orang mati? Kita harus lebih mentaati Tuhan
daripada ortu.
“Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia
tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan
lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya
dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Matius 10:37-38 ). Lagipula kita
harus menghormati ortu dengan caranya Tuhan kayak yang dibilang di Efesus: “
Hai
anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
Hormatilah ayahmu dan ibumu -- ini adalah suatu perintah yang penting, ...”
(Efesus 6:1-2).
Ya, memang pada prakteknya nggak semudah itu. Langkah yang harus kita ambil buat
menghadapi ortu yang belum dalam Tuhan adalah dengan meminta hikmat dari Tuhan.
Bicaralah dan komunikasikan prinsip yang kita pegang pada mereka dengan kasih
dari Tuhan.
Tapi yang penting adalah, gaya
hidup kita yang menyembah Tuhan dengan benar dan menjadi saksi hidup sejak dari
sekarang. Jadi anak yang baik, senang membantu ortu, rajin, selalu hormat pada
mereka, nggak terlibat masalah kenakalan remaja, punya prestasi sesuai
kemampuan, bertingkahlaku sopan, mengembangkan kebiasaan baik. Lakukan itu dan
ortu yang belum kenal Tuhan suatu saat akan melihatnya dan ikut memuliakan
Tuhan. Jadi jika suatu hari kita ngobrol tentang prinsip hidup kita, ortu kita
akan mudah mengerti dan nggak keberatan. Jangan cuma tiba-tiba bilang: “Mama
papa! Saya nggak mau berdoa di depan mayat kakek! Itu dosa!!” sementara hidup
kita penuh dengan dosa!
(**)
..::mulyahermawan::..